RSS

Bantalan Rahmat Allah di Jalan Raya

08 Dec

Saya sering melihat peristiwa hampir kecelakaan dialami mobil atau motor. Saya pun mungkin sering mengalami, baik disadari atau tidak.

Tinggal beberapa centi lagi terjadi senggolan antar dua kendaraan. Tapi ada sekat yang menghalangi. Selisih jarak antara dua body kendaraan itu saya ibaratkan ada “bantalan rahmat” dari Allah swt yang menahan benturan sehingga terhindar dari terjadinya insiden. Kelihatan? Ya kagak lah, Bambaaaang…

“Kenapa disebut “bantalan rahmat Allah”? Anda sotoy ya…”

Saya meyakini terselamatkannya seorang hamba dari musibah adalah karena kepemurahan Allah swt. Saya mentadabburinya dari Al-Qur’an surat Yasin ayat 41-44.

“Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan, dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai. Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan, melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.”

Jadi jelas, di atas jalan beraspal bukan berarti sepi dari kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya. Tertera kata “rahmat” di ayat tersebut.

Sehingga, bukan rem yang pakem, tapi Allah yang menghentikan sebuah kendaraan tepat pada jarak dan waktunya. Bukan si pengemudi yang lihai, tapi Allah yang menghendaki agar tangannya bergerak ke arah yang tepat. Dan jangan sampai bilang dewi fortuna berpihak pada seseorang, tapi ucapkanlah Alhamdulillah atas keselamatan yang dianugerahkan-Nya.

Kawan, sudah pernah kah merenungi ini? Sudahkah kita berterima kasih atas keselamatan yang dia berikan?

Oh sudah ya? Berarti iya saya yang sotoy nih…. Sorry.

Jadi, kalau kita mengalami peristiwa yang nyaris membuat kita celaka gara-gara kecerobohan pengendara lain, jangan buru-buru mengumpat di jalan. Ucapkan dulu hamdalah. Bukankah keadaannya kita selamat, persis seperti doa yang kita panjatkan? Bukan tidak mungkin bila kita tidak berdoa, terjadi yang lebih buruk lagi. Na’udzubillah. Justru bersyukurlah karena baru saja menemukan “bantalan rahmat Allah swt”.

Makanya usahakan jangan gampang marah bahkan berkata kasar kepada orang. Ya memang, di jalanan kita temukan 1001 kelakuan aneh-aneh dari pengendara lain. Cuma, sadar atau tidak mungkin kita juga sering bikin orang kesal.

Sebenarnya paragraf di atas malas saya tulis. Takut kena delik “kaburo maqtan”. Udah lumrah kalau di jalan raya orang yang ramah itu bisa jadi pemarah. Dan gampang mengumpat kayak saya… Aduh keceplosan ngaku…

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: