RSS

Segelintir Pertanyaan Tentang “Bertaqwalah di Mana pun Kau Berada”

05 Dec

“Ittaqillaha haitsu ma kunta. – Bertaqwalah kepada Allah di mana pun kamu berada.” Berkesan sekali hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi itu bagi saya. Sering terngiang-ngiang di kepala. Tapi mohon jangan tanyakan implementasinya ya. Malu.

Sampai-sampai muncul pertanyaan, kenapa Rasulullah saw menggunakan dimensi ruang dalam hadits itu, bukan dimensi waktu. Maksudnya, kenapa hadits itu tidak berbunyi, “bertaqwalah kepada Allah kapan saja”?

Karena secara garis waktu, para ulama menyimpulkan bahwa iman seseorang itu naik turun. Ada kalanya meningkat karena ketaatan, ada kalanya turun karena maksiat.

“Sesungguhnya hati anak cucu Adam yang berada di antara dua jari Dzat Yang Maha Rahman itu bagaikan satu hati saja. Dia (Allah) selalu mengubah-ubahnya sesuai dengan kehendak-Nya,” (HR al-Tirmidzi).

Lalu, menjadi menarik ketika Rasulullah memilih kata “di mana saja” alih-alih “kapan saja”.

Mungkin ilustrasi berikut bisa menjelaskan.

Seorang anak disekolahkan di pesantren. Di lingkungan itu ia harus disiplin dengan aturan yang ada. Sholat wajib bahkan qiyamul lailnya diatur. Sehari-hari akrab dengan Al-Qur’an.

Hari berganti hari, pekan berganti pekan, bulan berganti bulan, anak itu akan istiqomah dengan lingkungan yang memaksa.

Tetapi ketika liburan tiba, ia kembali ke rumah. Maka bebaslah anak itu. Di rumah, kedua orang tua yang sibuk bekerja tidak bisa mengawasi sholat wajib anak tersebut. Bahkan ketika si anak bolong-bolong sholat malamnya sampai bangun kesiangan, dimaklumi begitu saja. Di rumah, ia pun lebih lebih banyak waktu bersama gadget daripada mushaf, melampiaskan bebasnya kekangan di pesantren.

Maka terlihatlah bahwa bukan waktu yang paling utama mempengaruhi futurnya seseorang, tapi lingkungan.

Hal begitu mungkin terjadi pada aktivis dakwah kampus yang di rantau, di tengah lingkungan teman kuliah yang sesama aktivis, ia larut dalam giatnya sholat berjamaah, tilawah, dan berbagai amaliyah yang baik. Tapi ketika pulang kampung, rasanya berat meninggalkan rumah. Mager. Antusiasme memenuhi adzan di musholla terdekat tidak seperti di perantauan.

Hal begitu mungkin terjadi pada karyawan kantoran. Di kantor, ia bergegas hadir sebelum adzan zhuhur atau ashar berkumandaang. Tetapi setelah pulang, penatnya kerja dan perjalanan yang macet membuat kaki itu berat diseret ke masjid ketika adzan Isya berkumandang. Rebahan telah menjadi jalan ninjanya.

Di tengah lingkungan orang-orang sholeh, memang mudah untuk ikut arus menjaga ketaqwaan. Tapi di tengah orang biasa, tantangan itu lebih berat.

Sahabat Rasulullah saw, Hanzhalah r.a. pernah mengeluhkan kondisi itu. Saat bertemu Abu Bakar r.a., ia menjawab pertanyaan “bagaimana kabarmu” dengan, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Jawaban yang mengejutkan. “Kenapa?” selidik Abu Bakar r.a..

“Ketika bersama Rasulullah, aku teringat surga dan neraka. Tetapi ketika bersama istri dan anak-anak, aku pun sibuk dengan berbagai urusan hingga lalai.”

Abu Bakar r.a. tergetar hatinya. “Aku pun begitu.” Akhirnya mereka berdua sepakat menanyakan hal ini kepada Rasulullah saw.

Lalu beliau yang mulia pun menjawab bijak. “Demi Allah, kalau kalian konsisten beramal, maka malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidur atau pun di jalanan. Namun Hanzhalah, sa’atan wa sa’atan.”

Maksudnya Rasulullah menjawab bahwa setiap kondisi itu ada saat-saatnya. Dimaklumi kondisi begitu, asalkan tidak keluar dari sunnah Rasulullah ketika di dalam kondisi yang lapang, bersenang-senang dengan keluarga atau teman, menjalankan hobi, dll.

Makanya, ittaqillaha haitsu ma kunta. Kita bisa berpindah lingkungan sesering mungkin. Tapi rambu-rambu yang dijaga: tetap menjaga ketaqwaan kepada Allah swt. Meski tingkat kerajinan ibadah tak sama antara satu tempat dengan lainnya.

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: