RSS

Jangan Bosan Bersamanya di Rumah

12 Apr

Harusnya kita bisa menikmati masa-masa ini, ketika terpaksa harus banyak berada di rumah untuk waktu yang belum jelas kapan berakhir. Tapi cerita di negeri Cina dan Australia membuat resah.

Dari negeri tirai bambu, media mewartakan: “Angka perceraian di China dilaporkan meningkat, dikarenakan pasangan “menghabiskan waktu terlalu lama selama karantina virus corona”.” Wah, memangnya kenapa bila terlalu sering bersama pasangan hidup? Bukankah pepatah bilang “jodoh tak kan kemana”? Nah, terwujudlah saat karantina, kita dan jodoh tak bisa kemana-mana.

Sementara dari negeri Kangguru, media menulis: “Australia mengumumkan peningkatan kasus kekerasan sebanyak 75 persen selama wabah virus corona berlangsung.” Apa pasal?” Hanya berada di rumah, stres tak dapat bekerja, atau bepergian dengan bebas ke luar rumah adalah beberapa faktor yang berkontribusi terhadap KDRT,” begitu menurut CEO Wayss Liz Thomas.

Aduh, menakutkan. Rumah yang harusnya menjadi tempat ternyaman, malah membuat bosan. Dan pasangan hidup yang harusnya menjadi tempat melabuhkan kasih sayang, malah penyebab timbulnya stress dan rasa jemu.

Tapi jangan seperti mereka. Jangan bosan dengan belahan jiwa yang telah kita ambil perjanjian yang kuat (mitsaqon gholizho) untuk menyandinginya dalam hidup. Justru jadikan ia sebagai sumber penyemangat hidup. Dalam kebersamaan yang panjang dalam ruang yang terbatas, ada beberapa tips agar tidak merasa jenuh

1. Menghidupkan rumah sebagai arena fastabiqul khoirot.

Saya telah menulis artikel berjudul “Karantina, Niatkan Saja Sekalian Uzlah.” Ketika mau tak mau harus mengucilkan diri dari keramaian masyarakat, maka jadikan saja itu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah swt. Bersama keleluasaan waktu, berjarak dari sesaknya aktivitas di tengah manusia, maka saingilah para ulama yang zuhud yang telah meninggalkan dunia untuk berkonsentrasi kepada Allah dalam kekhusyukan ibadahnya.

https://zicoofficial.wordpress.com/2020/04/09/karantina-niatkan-saja-sekalian-uzlah/

Jangan sendirian dalam berniat uzlah. Ajak juga istri dan anak-anak. Lalu jadikan rumah kita layaknya masjid di kala Ramadhan yang sibuk dengan bacaan AlQur’an, dzikir, sholat, dll. Insya Allah, ada keseruan baru yang bermanfaat.

2. Menjejaki apa yang diperbuat Rasulullah di rumah.

Mengisi rumah dengan sunnah akan mendatangkan keberkahan di sepetak rezeki yang telah Allah anugerahkan. Apalagi bila kepala rumah tangganya meneladani Rasulullah dalam perilaku, jadilah ia pribadi yang menyenangkan, bukan membosankan.

Semarakkanlah kegiatan di rumah sebagaimana yang diperbuat Rasulullah. Misalnya seperti dalam Al-Qur’an surat Al Ahzab ayat 34.

“Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.”

Ayat itu turun untuk para isteri nabi. Menjadi gambaran buat kita, bahwa rumah Rasulullah menjadi madrasah yang mulia bagi penghuninya. Di mana di sana diajarkan ayat-ayat yang agung dan hikmah-hikmah dari pribadi yang menjadi teladan milyaran umat manusia.

Rasulullah juga memberi tips membangun keceriaan di dalam rumah dalam sabdanya sebagai berikut:

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat malam, kemudian membangunkan istrinya lantas ia ikut shalat bersamnya. Bila si istri enggan, maka ia memercikkan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam, lalu mengerjakan shalat malam, kemudian membangunkan suaminya lantas ia ikut shalat. Bila si istri enggan, maka ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Dawud).

3. Akhlak di atas cinta.

Di internet bisa kita temukan artikel yang membahas berapa lama rasa cinta bertahan. Nyala api asmara itu ada jangka waktunya. Misalnya, liputan6 menulis penelitian Universitas Otonomi Nasional Meksiko yang menyimpulkan waktu 4 tahun sebagai keberlangsungan gejolak di dalam hati.

Lalu, setelah asam di gunung dan garam di laut bertemu dalam satu belanga pernikahan, bisa jadi hadirlah rasa jemu setelah rasa cinta yang menjadi penyebab dua insan bersepakat membangun mahligai itu hilang.

Maka akhlaklah penyelamat rumah tangga. Ketika daya tarik fisik telah pudar, masing-masing pihak sudah hafal kelemahan dan kekurangan pasangannya, akhlak yang harus dikedepankan. Memaafkan, menerima apa adanya, menghargai, berlaku santun dan lemah lembut, dan sebagainya.

Meski rasa bosan hadir, akhlak yang terjaga akan melindungi rumah tangga dari pertikaian kecil atau gara-gara yang dicari-cari. Di usia menua yang menggerogoti fisik, hadir keindahan yang lain yaitu akhlakul karimah.

Juga di masa karantina, akhlak yang kokoh tak akan bisa digeser oleh rasa bosan selalu melihat wajah pasangan.

https://zicoofficial.wordpress.com/2014/06/11/akhlak-sebagai-benteng-keutuhan-rumah-tangga/

4. Mengulang masa bulan madu dahulu

Ada joke tentang #dirumahsaja : “Satu hari negatif corona, 14 hari kemudian positif hamil.”

Sebenarnya ada kesempatan yang didapat ketika banyak berada di rumah bagi orang kantoran. Sebelum karantina di hari kerja, suami dan atau istri pulang ke rumah dengan keadaan lelah sepulang dari kantor. Belum tentu malam hari akan berlangsung dengan “hangat”.

Tetapi karena tidak ada aktivitas pergi/pulang, tak terjebak macet, maka kebugaran fisik tetap terjaga sampai malam hari. Dan “kehangatan” itu bisa sering-sering diwujudkan.

Orang bule memberi istilah – bila diterjemahkan – dengan “membuat cinta”. Kenyataannya memang kegiatan itu menumbuhkan cinta. Tak jauh-jauh kok untuk membunuh rasa bosan. Ada kegiatan menyenangkan bersama pasangan yang walaupun telah “dikenyangkan” tapi tak lama timbul lagi rasa “lapar”.

Jadi, jangan bosan di rumah bersamanya.

Mohon maaf kalau tulisan ini tak ramah jomblo.

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: