RSS

Surat Terbuka Untuk Para Pahlawan Nusantara

11 Dec

Duhai Bung Tomo, aku mengadu kepadamu. Bangsa ini telah malu mengenalkan jihad kepada para pelajar. Ada narasi radikal, anti pancasila, dan hal-hal lain untuk menakut-nakuti rakyat. Seolah ajaran jihad itu mengancam keutuhan negara.

Bung Tomo, bukankah padahal ajaran itu yang melecut para pejuang menentang penjajah seperti yang kau saksikan sendiri pada 10 November 1945? Sekarang 74 tahun berlalu, ruh jihad hendak dikubur. Bangsa ini seakan kacang lupa pada kulitnya.

Duhai Kiai Hasyim Asy’ari, aku mengadu kepadamu. Bangsa ini melarang pelajar mengenal tentang jihad. Padahal engkau yang menginisiasi resolusi jihad melawan penjajah. Mereka lupa peristiwa bersejarah itu. Menutup mata bahwa Islam lah yang memberi ruh perjuangan bangsa ini merebut kemerdekaannya.

Duhai Pangeran Diponegoro, bangsa ini risih dengan kata jihad dan seakan perlahan hendak melenyapkannya. Kepada engkau yang dulu semangatnya berkobar melakukan amaliah itu aku mengadu. Maaf, mungkin kau kecewa melihat generasi penerusmu yang telah dianugerahi kemerdekaan.

Duhai Pangeran Antasari, Duhai Pangeran Hasanudin, Duhai Sultan Agung, Duhai Imam Bonjol, duhai para pahlawan bangsa yang menerjang penjajah dengan teriakan takbir, aku mengadu kepada kalian. Berpuluh tahun setelah merdeka, spirit jihad seperti yang kalian miliki dulu itu hendak dipadamkan dengan kata-kata syubhat radikalisme.

Juga aku mengadu kepada para Walisongo. Duhai, bangsa ini hanya mau mengenang kesenian kalian. Tapi malu mengakui kekhalifahan yang pernah mengutus kalian berdakwah di bumi nusantara. Walisongo hanya diingat wayangnya, lagunya, gamelannya, sembari menepis sejarah kekhalifahan yang membentuk kalian menjadi du’at.

Juga aku mengadu kepada para pembesar kerajaan Aceh dan para raja kerajaan Islam yang memiliki hubungan erat dengan Kekhalifatan Turki Utsmani. Bangsa ini telah menuduh khilafah sebagai musuh Pancasila. Melupakan sejarah bahwa tanah Nusantara ini pun dibela oleh pasukan khalifah yang mengarungi samudera membendung penjajah Portugis.

Dan kepada Allah swt kuadukan semua ini. Mereka hendak memadamkan cahaya-Mu ya Allah, tapi Kau akan tetap menyempurnakan cahaya itu walau orang kafir, munafik, dan musyrik tak suka.

Zico Alviandri

 
Leave a comment

Posted by on December 11, 2019 in Artikel Umum

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: