RSS

Ekspresi Cinta Itu Ada Pada Hal Kecil dan Bisa Diperbandingkan

04 Dec

Di suatu kesempatan ia berbicara soal pusaka yang sakti. Yang bila diacungkan, setiap yang bernyawa akan mati.

Mendengar itu, saya mengira dia orang yang gandrung dengan hal-hal yang ajaib yang di luar nalar manusia.

Tetapi di kesempatan lain, ia menyangkal keistimewaan nabi Muhammad saw. Misalnya ada sinar dari tubuh sang nabi saat bayi. Di hadapan jama’ah, ia menganggap tak ada keistimewaan pada masa kecil Rasulullah saw. Layaknya anak kecil lain yang dekil dan tak terawat. Bahkan bukan tak mungkin punya kebiasaan maling jambu.

Maka saya pun heran. Mengapa pada benda pusaka ia sakralkan begitu rupa, tapi pada Nabi Muhammad saw yang dijuluki Al Amin, yang dikenal tak pernah berbohong dan selalu jujur, ia sifati punya potensi jadi pencuri?

Ketika dia meninta maaf kepada halayak, saya hampir menilai bahwa ia pun sebenarnya cinta kepada Rasulullah saw. Itu sebelum saya menonton potongan video lain ketika ia berbicara soal benda pusaka dan video ia menganggap masa kecil Rasulullah saw bisa saja mencuri.

Lalu lihat pendukungnya. Atas deskripsi Rasulullah saw yang terdengar merendahkan, mereka cari pembenarannya. Satu kasus saat Rasulullah pilek dan sakit mata ditarik menjadi gambaran global tentang masa kecil Rasulullah yang – dalam bayangan mereka – kumuh, dekil dan tak terawat.

Tapi pada kiainya, mereka bela habis-habisan bila ada yang menghina bahkan sekedar menyindir.

Dari kasus ini saya belajar sebuah hal, bahwa rasa cinta itu ada pada hal-hal detail yang kecil. Seperti bagaimana kita berbicara tentang hal yang kita cintai.

Benar, cinta butuh pengorbanan sebagai buktinya. Lautan luas disebrangi, gunung tinggi didaki. Tapi orang yang matanya berbinar, berbicara dengan semangat, dan bercerita dengan membangga-banggakan dan dengan diksi terpilih, sudah cukup sebagai indikasi ia mencintai sesatu yang dibicarakan.

Besaran cinta itu pun makin terlihat ketika diperbandingkan.

Kalau dari contoh di atas, cinta kepada benda pusaka diperbandingkan dengan kepada Rasulullah pada deskripsi yang ajaib-ajaib. Atau cinta kepada kiai dan kepada Rasulullah diperbandingkan saat ada yang merendahkan dua hal tersebut.

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: