RSS

Ternodanya Predikat Negara Tersantuy

07 Sep

Apa kabarnya gelar yang disematkan oleh situs pemesanan akomodasi lastminute[dot]com kepada Indonesia sebagai negara yang paling santai di dunia, mengalahkan Australia dan Islandia?

Andai perilaku suporter sepakbola Indonesia dimasukkan sebagai penilaian, rasanya skor Indonesia akan berkurang drastis. Apalagi setelah kerusuhan kecil di stadion GBK saat tim Garuda melawan Harimau Malaya kemarin ini. Karena ulah norak beberapa suporter, sepakbola nusantara terancam mendapat hukuman oleh FIFA.

Kategori yang dijadikan ukuran negara santai diantaranya adalah, hak pribadi warga negara, jumlah hari libur, suhu udara, level polusi cahaya dan udara, serta ketersediaan destinasi wisata dan relaksasi seperti spa dan pantai.

Ya, itu semua memang fasilitas mendukung untuk bisa bersantai. Bagi orang desa, cukup saung yang nyaman di tengah sawah, angin sepoi-sepoi, plus nasi, krupuk, dan ikan asin. Bagi pensiunan di sore hari, cukup kursi goyang, burung bersuara merdu di sangkarnya, serta kopi dan rebusan di meja. Bagi orang kota lebih sederhana lagi: kasur, hp, kuota, dan sinyal.

Ketika heboh berita prestasi negara tersantai, warganet dan media online menampilkan bukti-bukti foto bahwa predikat itu memang layak disandang Indonesia. Ada petani yang tiduran di sawah, pejalan kaki leyeh-leyeh di tengah jalan, dsb. Lucu dan jadi ada benarnya juga.

Hingga kemudian kelakuan anak-anak negara api menyerang. Menyadarkan kita bahwa rakyat ini ga santai-santai amat kok. Suporternya sumbu pendek dan kampungan. Doyan ribut. Ga terima kekalahan.

Perilaku “ga nyantai” ini bahkan sudah merenggut korban nyawa dalam perseturuan Viking vs The Jak. Juga di beberapa perselisihan antar suporter lainnya.

Ada yang membela keributan kemarin. Katanya, suporter Indonesia ketika menonton langsung di Malaysia pun diteriaki dan dicaci maki. Lho, kenapa mau ikut-ikutan berbuat salah?

Ini bukan nasionalisme. Melainkan kelakuan bocah panasan. Kalau ada oknum berbuat tak pantas, apakah harus timbulkan dendam yang dibalaskan kepada seluruh suporter Malaysia, bahkan kepada negaranya? (Ada yang meneriakkan ganyang Malaysia kemarin. Cuma gara gara sepakbola.)

Yang berbuat entah siapa, dendamnya jadi melebar kemana-mana.

Dan ini terjadi juga pada suporter antar klub dalam negeri. Dendam yang tak tuntas. Harus saling balas. Rusuh diimbangi rusuh, biar terlihat gagah.

Begitulah. Di tingkat negara, suporter kita ribut. Di tingkat klub, tak kalah rusuh. Tanding antar kelurahan, sekolah, bahkan kelas pun bisa tak lepas dari tawuran. Di level apa pun harus selalu siap untuk bergelut. Bola yang bundar itu hanyalah sarana pengantar menuju baku hantam.

Kalau dibilang insan sepakbola kita kurang rekreasi, sebenarnya pertandingan sepakbola itu lah bentuk rekreasi. Entah kenapa malah jadi tegang dan berhawa panas.

Saya merindukan orang-orang masuk ke dalam stadion membawa keluarganya, istri, anak-anak, orang tua, tanpa khawatir kerusuhan. Mereka menikmati pertandingan. Bernyanyi dan menyemangati tim idola. Ketika menang, memberi applause tanpa berlebihan. Ketika kalah, tetap diberi semangat sembari tak lupa mengapresiasi lawan. Dan terhadap suporter lain, bisa menghargai dan memberi rasa aman pada mereka yang sudah datang dari jauh.

Bila itu terwujud, tentu bisa memperkuat kategori penilaian sebagai negara santuy.

Ya, fasilitas buat nyantai sih banyak. Tapi entah kenapa, kalau udah nonton bola, jadi sumbu pendek. Bahkan walau yang bertanding itu klub luar negeri, fans yang sedang nonton bareng malah berantem sendiri. Noraknya sampai sebegitunya.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on September 7, 2019 in Artikel Umum

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: