RSS

Jangan Biarkan Islamophobia Menjegal Putra-Putra Terbaik Bangsa

09 Aug

Enzo Zenz Allie adalah salah satu putra bangsa terbaik yang punya kesempatan untuk mengabdi kepada negara ini di jalur militer. Di usianya yang muda, ia sudah mendapatkan “cobaan” seperti yang dirasakan pohon sengon. Sebagaimana pepatah, semakin tinggi pohon semakin kencang diterpa angin. Artinya, semakin tinggi reputasi seseorang semakin deras ujian menimpanya.

Tapi Enzo masih muda. Masih berusia 18. Terlalu dini mendapatkan tuduhan anti NKRI dan terpapar HTI hanya karena di akun media sosialnya terdapat foto di mana ia membawa bendera tauhid. Yang memfitnahnya pun bodoh, tidak bisa membedakan mana bendera tauhid mana bendera HTI.

Enzo, Taruna Akmil tampan keturunan Prancis, telah menunjukkan prestasinya lulus menghadapi ujian masuk Akademi Militer. Setidaknya menguasai empat bahasa, Indonesia, Inggris, Perancis, dan Jerman. Sedangkan para pemfitnahnya, belum tentu tampan, dan berbahasa Islamophobia. Enzo berada di jalur yang benar untuk membela bangsa, sedang pemfitnahnya hanya pahlawan kesiangan dengan kelakuan memecah belah bangsa. Kurang bebal apalagi orang yang tak kunjung paham dijelaskan bahwa bendera Tauhid milik seluruh umat Islam, bukan punya HTI?

Alhamdulillah, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi telah menyatakan bahwa Enzo bersih dari paham radikalisme. “Tidak (radikal). Kita kan ada sistem seleksi yang berbeda dengan seleksi orang mau kerja shift siang, shift malam. Ini untuk megang senjata dia. Jadi sudah selektif,” terangnya. “Kemudian potensi ekstremnya kita bisa baca di hasil psikotes, di hasil kepribadiannya. Kebaca di situ ini anak begini begitu. Kalau nggak lolos, dia kecoret di situ. Pada saat seleksi MI (mental ideologi) itu, selain tertulis juga ada wawancara, pada saat wawancara, pewawancara itu bawa laptop, ditanya kamu punya akun medsos apa, ya akun saya ini, ini, ini, setiap orang ditanya hal yang sama,” ujarnya lagi kepada media.

Bahaya bila islamophobia dan tauhidphobia semakin tak terkendali dan membabi-buta membunuh karakter putra-putra terbaik bangsa.

Penyakit islamophobia lain misalnya mempersoalkan tumbuhnya semangat berislam di kampus-kampus. Ada yang menyindir, “kalau mau mencari ustadz, jangan di pesantren, tapi di kampus.” Lho, memangnya untuk menjadi taat harus lulus pesantren dulu? Kalau lulusan kuliah non agama, tidak boleh mendalami ilmu agama?

Dari kampus-kampus itu tampil lah orang-orang cerdas yang siap mengabdi untuk negara sebagai PNS, atau bekerja di BUMN, atau posisi lain. Tak dipungkiri, selain mereka yang berpenampilan Islami pun juga banyak putra bangsa yang punya potensi hebat. Hanya saja, jadi tak adil kalau kompetensi terdegradasi karena tampilan agamis.

Jenggot dan jilbab lebar bagi sebagian kalangan yang bebal dijadikan indikasi radikalisme. Simbol-simbol di atas banyak di temukan di kalangan aparatur negara serta pegawai BUMN. Lantas mereka pun cemas dengan nasib negara yang dikelola “radikalis”. Halah, kayak mereka bisa lulus tes PNS aja.

Ketika ada anggota dewan yang bangga menyatakan menjadi anak PKI, kalangan Islamophobia itu tak cemas dengan nasib bangsa.

Uniknya fenomena semangat keislaman yang tinggi itu banyak ditemukan di fakultas eksakta seperti MIPA. Sebenarnya bisa dipahami. Di ilmu eksaksta mudah ditemukan kebesaran Allah swt. Yang berada di jurusan Biologi akan melihat kekuasaan Allah swt dalam kehidupan yang sangat kecil dalam bentuk sel. Sedang yang kuliah di astronomi akan melihat benda-benda langit yang luar biasa besarnya.

Islamophobia kini menemukan ajang berekspresi dalam bentuk anti-HTI. Dengan itu mereka menyerang membabi buta. Bendera tauhid, jenggot, jilbab, cadar, disangkut pautkan dengan HTI. Akhirnya banyak jatuh korban dari pembunuhan karakter seperti itu, tak terkecuali putra-putra terbaik bangsa yang mengabdi untuk negara.

Ah… Andai ditemukan bendera Tauhid di pohon sengon yang dipermasalahkan kemarin, tentu makin kencang lagi suara mereka.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 9, 2019 in Artikel Umum

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: