RSS

At-Takatsur dan Lampu Merah Kematian

14 Mar

Di jalanan yang ramai dan agak padat, awalnya Rossi membawa motor dengan santai. Namun ada pengendara lain yang bermanuver menjengkelkan. Rossi pun terusik, lalu meladeni tingkah pemotor itu. Sehingga terjadilah kebut-kebutan di jalan.

Kayak orang bener, mereka berdua meliuk-liuk di antara kendaraan lain dengan kecepatan tinggi. Kadang Rossi ada di depan, kadang yang lain makin ketinggalan. Maklum, Rossi mengendarai motor Yamahmud, mesin haus bensin pabrikan Jepang.

Mendekati persimpangan, Rossi melihat lampu hijau menyala dari kejauhan. Makin kesetanan lah ia. Tarikan gas makin dalam memburu rambu yang membolehkan kendaraan melaju.

Tapi sebentar kemudian lampu kuning menyala dan lampu hijau mati. Dan sesaat lalu giliran lampu merah yang hidup.

Menyadari ia harus berhenti juga di simpangan itu, Rossi pun menurunkan kecepatannya. Membiarkan lawannya melaju mendahului. Percuma balapan, nanti di depan lampu merah motornya akan berada berdekatan dengan motor lawan.

Rossi tersadar juga, buat apa sih balapan? Bukankah tujuannya sampai di rumah, bukan untuk beradu cepat dengan orang lain? Malah dengan trek-trekan itu bisa-bisa ia kecelakaan di jalan, dan sampainya di rumah sakit, bukan ke tujuan semula.

Asyik merenung, tak terasa Rossi sudah sampai di persimpangan. Menanti lampu hijau di samping motor lawannya tadi.

***

Sebuah ilustrasi lain.

Sejak dulu Rossi bersaing dengan sepupunya. Di bidang akademis saat masih sekolah dan kuliah, dalam hal pekerjaan setelah lulus, lalu berlanjut adu pamer rezeki pemberian ciptaan Allah.

Hingga suatu ketika kematian seorang teman yang ia pandang sukses, berdekatan waktunya dengan kematian kawan yang ia anggap kurang beruntung, menyadarkan Rossi.

Di garis kematian semua akan terhenti. Yang sukses maupun yang tidak akan berada berdampingan dalam kubur dengan keadaan tak punya apa-apa.

Sadarnya Rossi diperkuat lagi setelah ia membaca buku “Wahai Jiwaku Dengarkanlah” karangan Zico Alviandri yang berisi tulisan-tulisan taushiyah penuh makna bagi hidup. Buku yang sarat renungan, bahan kontempasi diri. Eeeh.. keceplosan ngiklan. Maaf. Maaf.

Setelah itu Rossi tak meladeni provokasi sepupunya. Ia biarkan anak pamannya itu memerkan karir, barang mewah, dan hal lain.

Rossi sadar, tujuannya adalah selamat sampai di surga. Aktivitas “At-Takatsur” yang dikecam oleh Allah bisa melalaikannya sehingga kehidupan akhiratnya celaka dan tak sampai ke tujuan.

***

Lampu merah kematian akan menghentikan semua orang. Yang ngebut maupun santai akan berhenti berdekatan. Yang berlimpah harta maupun yang berkekurangan akan berada dalam alam yang sama. Menanti kehidupan berikutnya.

Tak perlu ngegas mengejar dunia. Karena tujuan kita adalah akhirat. Sengebut apa pun akan terhenti juga di depan lampu merah kematian.

Yang kita cari adalah keselamatan sampai di tujuan. Yaitu urga Allah seluas langit dan bumi, yang kekal abadi.

Sementara apa yang kita kumpulkan di dunia akan lenyap pada waktunya.

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.” (QS Ar-Rahman; 26-27)

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS At-Takatsur: 1-2)

Advertisements
 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: