RSS

Wahai Pria, Lapangkan Bahumu Untuknya!

22 Jun

Bahu seorang laki-laki sejati selalu terhampar untuk wanitanya (yang halal). Saat dirundung duka, kepala si wanita bisa rebah di atas bahu lelaki, membasahinya dengan air mata, dan mengadukan segala masalah yang sedang dihadapi.

Idealnya begitu. Terutama bila mereka baru memasuki usia muda perkawinan. Kalau sudah agak lamaan, gak janji deh ya…

Namun ketersediaan bahu lelaki rupanya tak hanya untuk mencurahkan air mata. Rugi sekali bila sekedar tempat berbagi duka. Bahu lelaki juga tempat wanita meletakkan senyumnya di kala bahagia. Dan begitulah yang dipraktekkan oleh istri Rasulullah saw, ibunda Aisyah r.ha.

Ia bercerita:

أَنَّ الْحَبَشَةَ كَانُوا يَلْعَبُونَ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ عِيدٍ، قَالَتْ: فَاطَّلَعْتُ مِنْ فَوْقِ عَاتِقِهِ ، فَطَأْطَأَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْكِبَيْهِ، فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إِلَيْهِمْ مِنْ فَوْقِ عَاتِقِهِ حَتَّى شَبِعْتُ، ثُمَّ انْصَرَفْتُ

Orang-orang Habasyah (Etiopia) mengadakan permainan di hadapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada hari raya. Dia (‘Aisyah) berkata: “Aku pun menonton di atas bahunya, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merendahkan bahunya untukku, sehingga aku bisa melihat mereka di atas bahunya sampai aku puas, kemudian aku berpaling.” (HR. Ahmad No. 24296, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 1798, dan Sunan An Nasa’i No. 1594. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani. Lihat Shahih wa Dhaif Sunan An Nasa’i No. 1594, juga Syaikh Syu’aib Al Arnauth. Lihat Ta’liq Musnad Ahmad No. 24296)

Begitulah, ibunda Aisyah r.ha menyaksikan sebuah tontonan dalam hiruk pikuk hari raya dengan menopangkan dagunya di atas bahu Rasulullah saw. Dan Rasulullah pun tak segan sedikit berletih-letih untuk merendahkan badan agar bahunya bisa dijadikan sandaran bagi Aisyah r.ha.

Potret romanis itu terjadi di muka umum. Seolah menghapus keraguan di hati para sahabat untuk bermesraan dengan pasangan dengan cara yang pantas di tempat umum.

Pas sekali momen hari raya akan segera hadir. Wahai pria, meski hati kalian terasa sempit sesak oleh kenaikan tarif listrik, meski kau pun butuh tempat bersandar mengadukan THR yang cepat raib, namun jangan pernah sempitkan bahu untuk wanitamu. Lapangkan. Biarkan duka dan suka bertaburan di sana.

Dan ingat juga, bahumu ada dua!!!!

Advertisements
 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: