RSS

Ahlan wa Sahlan, Barisan Anshar!

13 May

18 April 2017

Sejatinya kaum Anshar adalah orang yang melapangkan tanah dan rumahnya dengan senyaman mungkin bagi saudara mereka, kaum Muhajirin. Mereka tak segan membagi harta dan apa yang mereka punya.

Anshar memiliki arti penolong. Mereka dulu menolong umat Islam yang diintimidasi kafir Quraisy. Kini pun kata Anshar tetap bermakna penolong. Selayaknya mereka menjadi pembela agama Islam. Menentang pihak yang mengolok-olok kitab suci umat Islam. Berhadapan dengan mereka yang menghina umat Islam.

Anshar adalah simbol ukhuwah. Allah swt memuji mereka dalam Al-Qur’an.

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. 59:9)

Anshar adalah awliya’ umat Islam. Teman setia, saling memberi loyalitas, dan menjadi pemimpin. Menjadikan Anshar sebagai awliya bukanlah terlarang, tapi justru wajib karena sesama umat Islam.

Dulu Kaum Anshar adalah tuan rumah. Tapi kini “Anshar” sedang “rihlah”. Mereka memasuki tanah kaum muslimin yang tengah kecamuk peperangan melawan hegemoni taipan dan tiran. Maka layaklah Barisan Anshar Serbaguna di Jakarta disambut dengan hangat, diperlakukan sebagaimana saudara sang penolong, dijamu dengan penuh cinta sesama saudara muslim.

Jangan sungkan ceritakan kepada mereka tentang kekejaman tiran yang dibeking taipan yang telah mengusiri rakyat dari rumahnya, yang merusak laut membangun pulau ilegal untuk orang asing, yang mencaci maki rakyat kecil menuduhnya maling, bahkan menghina kitab suci umat muslim.

Ingatkan kepada barisan Anshar, bahwa “innamal mu’minuna ikhwah”, sesungguhnya mukmin itu bersaudara. Ingatkan bahwa mereka dan warga muslim Jakarta itu bersaudara karena iman. Umat muslim yang paling berhak mendapat pertolongan mereka.

Wahai para pemuda yang gagah yang tergabung dalam Banser, kami saudara kalian dalam iman. Selamat datang di Jakarta. Mari menyatukan kepalan tangan, menyamakan langkah dan tujuan, menyatukan pandangan, bahwa perjuangan kita adalah perjuangan membela rakyat kecil dan melawan si penista agama. Ada kaum yang mulia yang tersemat dalam nama kalian, hingga pantaslah kalian berlaku mulia dan diperlakukan mulia.

Wahai Banser, jadilah awliya kaum muslimin. Jangan loyal kepada yang lain. Surga Allah abadi sedang dunia ini fana. Teguhkan pendirian jangan tergoda rayuan taipan. Mari bersama melangkah menuju surga.

Zico Alviandri

Advertisements
 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: