RSS

Kisah Petapa dan Dua Pengembara

16 Apr

Alkisah, seorang petapa melepas dua muridnya mengembara ke dua tempat yang berbeda. Tak lupa petapa itu memberi bekal makanan kepada mereka secukupnya. Disertai sebuah pesan yang harus dijaga:

“Ada tulisan di balik bungkus makanan yang kalian bawa. Bacalah tulisan itu sebelum dan sesudah makan, lalu lakukan perintah yang dikandung tulisan itu!”

Kedua murid itu pun memulai petualangannya. Masing-masing menempuh jalannya sendiri. Ketika lapar terasa, bekal makanan itu pun dibuka oleh sang murid.

Salah satu murid terlupa dengan pesan gurunya. Saking laparnya, daun yang menyelubungi makanan dilepasnya dan dicampakkan begitu saja.

Sedang murid yang lain menjaga betul pesan gurunya. Dengan hati-hati ia buka pembungkus makanan dan ia baca pesan yang tertera. Setelah makan ia baca lagi, dan ia camkan benar perintah yang terdapat dalam tulisan itu.

Masing-masing murid mengembara ke dua kota yang berbeda. Bekal mereka hanya cukup hingga sampai di kota yang dituju. Namun nasib mereka kemudian berbeda.

Murid yang patuh dengan gurunya itu menyerahkan bungkus makanan kepada penjaga gerbang kota. Karena pesan yang tertulis berbunyi: “Simpan daun ini dan berikan kepada penjaga gerbang kota.”

Si penjaga rupanya adalah murid sang petapa juga. Ia mengenali tulisan itu, mengerti maksudnya, lantas menambahkan bekal kepada si pengembara.

Sedangkan pengembara yang satu lagi didiamkan oleh penjaga kota karena tak membawa pesan apa-apa. Ia lalu tersiksa oleh rasa lapar.

Itulah tuah dari melaksanakan perintah sang guru.

*****

Kurang lebih begitu ilustrasi atas orang yang bersyukur kepada Allah swt. Ia Azza wa Jalla telah mempersilakan manusia untuk mengkonsumsi segala nikmat yang telah diberikan. Namun, satu pesan-Nya: bersyukurlah, maka nikmat itu akan dilipatgandakan.

Salah satu bentuk syukur adalah dengan menyebut nama-Nya saat merasakan nikmat dari Allah swt. Misalnya, membaca basmalah sebelum makan dan hamdalah setelah makan. Juga pada nikmat lain seperti saat mengenakan pakaian baru, naik kendaraan, hingga berhubungan suami istri. Dengan aktivitas ringan tersebut, semoga Allah swt tidak mencatat kita sebagai seorang yang kufur dan menambahkan nikmatNya kepada kita.

Manusia dibekali Allah berbagai nikmat di bumi

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS Al-Mulk: 15)

Namun di balik nikmat itu, Ia memberi pesan untuk dicamkan oleh manusia:

“Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7)

Dan orang yang mengerjakan perintahnya, yaitu mensyukuri segala nikmat dari Allah swt, akan diberikan tambahan kenikmatan lagi. Termasuk ketika memasuki “kota” kehidupan baru, yaitu akhirat.

Sedang yang tak bersyukur kepada Allah, di dunia ia terancam mendapat azab. Lebih-lebih setelah memasuki “kota” akhirat, ia tersiksa akibat kekufurannya.

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: