RSS

Jokowi dan Rasa Cintanya

10 Jan

Jangan pernah meremehkan rasa cinta atau mencemooh rasa cinta yang dimiliki oleh orang lain, selama cinta itu bukan dalam jalan kemaksiatan. Termasuk rasa sayang kepada hewan. Justru seorang muslim harus menjadi rahmat bagi semesta alam.

Rasulullah saw menceritakan kisah kebaikan seorang lelaki.

Ketika tengah berjalan, seorang laki-laki mengalami kehausan yang sangat. Dia turun ke suatu sumur dan meminum darinya. Tatkala ia keluar tiba-tiba ia melihat seeokor anjing yang sedang kehausan sehingga menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah yang basah. Orang itu berkata: “Sungguh anjing ini telah tertimpa (dahaga) seperti yang telah menimpaku.” Ia (turun lagi ke sumur) untuk memenuhi sepatu kulitnya (dengan air) kemudian memegang sepatu itu dengan mulutnya lalu naik dan memberi minum anjing tersebut. Maka Allah berterima kasih terhadap perbuatannya dan memberikan ampunan kepadanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasullulah, apakah kita mendapat pahala (bila berbuat baik) pada binatang?” Beliau bersabda: “Pada setiap yang memiliki hati yang basah maka ada pahala.” (HR. Bukhari Muslim)

Hati yang basah… Tentu maksudnya adalah basah dengan rasa cinta kepada makhluk Allah swt. Sementara mereka yang menyepelekan rasa cinta bahkan meremehkan pemilik rasa cinta itu, entah bagaimana keringnya hati mereka.

“Seorang wanita disiksa karena kucing yang dikurungnya sampai mati. Dengan sebab itu dia masuk ke neraka, (dimana) dia tidak memberinya makanan dan minuman ketika mengurungnya, dan dia tidak pula melepaskannya sehingga dia bisa memakan serangga yang ada di bumi.” (HR Bukhari Muslim)

Maka selama seseorang memelihara binatang, memperlakukannya dengan baik, menyayanginya tanpa ada niat syirik kepada Allah swt, orang tersebut adalah terpuji. Jangan cela perilaku orang itu meski kita membencinya.

Termasuk Presiden RI, Jokowi. Kemarin ini beliau melepas 190 burung yang diborongnya dari Pasar Pramuka. Terlepas pro kontra masalah konservasi hewan, tindakan itu tentu terpuji. Selain burung, Jokowi juga melepas 150 ekor katak di pinggir kolam Istana Bogor. Kebetulan ketika itu ia menemukan seekor biawak terjebak di kotak saringan air, beliau lepaskan juga.

Tindakan itu terpuji. Sebagaimana kisah yang Rasulullah ceritakan, Allah swt tentu berterima kasih atas perilaku seperti itu.

Sebagai rakyat, tentu kita doakan semoga Pak Jokowi mendapat pahala dari Allah swt.

Hanya saja, ada yang lebih punya prioritas untuk disayangi. Sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 34 ayat 1, “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.

Sayang, di tengah ekspresi Presiden mencintai hewan, kita dengar berita bertambahnya rakyat miskin sebanyak 780 ribu selama setahun. Banyak analisa mengatakan bahwa hal ini akibat harga BBM yang naik. Semenjak kepemimpinan presiden Jokowi, harga premium dirasa telah dibiarkan mengikuti harga pasar dunia.

Pak Jokowi, rakyat miskin Indonesia lebih berhak mendapat rasa sayang bapak daripada katak.

 
Leave a comment

Posted by on January 10, 2016 in Orat Oret

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: