RSS

Salut Untuk Fimadani

11 Jul

Lose the battle but win the war.

Berbekal satu berita tentang walikota Solo melarang buka puasa bersama, lalu muncullah petisi yang mengarah ke Fimadani. Menuduhnya sebagai media penyebar fitnah.

Ada yang bilang tulisan di Fimadani itu framing. Tapi berita serupa tersebar juga di media besar lainnya. Namun Fimadani saja yang disalahkan atas berita itu.

Kemudian ceo Fimadani, Ibrahim Vatih tampil menghadapi “pengunjuk rasa” di petisi tersebut, menyampaikan permintaan maaf, mengakui kelemahan, dan membuka diri untuk masukan-masukan. Fimadani pun menjawab balik, bahwa mereka punya 5000an artikel yang baik sementara kesalahan hanya segelintir.

Baca: www.fimadani.com/permohonan-maaf/

Sebagian orang mengkritik sikap ini dan menilai sebagai kekalahan. Benarkah kalah?

Saya rasa, kalau Fimadani kalah, sejatinya Fimadani “Lose the battle yet win the war.” Petisi itu terjawab, dan sikap besar hati Fimadani pun menjadi masyhur. Mau apa lagi “pengunjuk rasa” itu setelah protesnya dijawab? Sementara itu bagi mereka yang pro Fimadani, makin mengukuhkan posisi web online yang disupport puluhan blogger itu di hati mereka.

Dengan menjawab petisi konyol itu, Fimadani memperjelas sikap mereka. Fimadani mendapat momen memperkenalkan identitas mereka, sekaligus mengajak khalayak tak sungkan mengakses mereka kapan pun. Elegan.

Saya yakin hal sebaliknya yang akan terjadi kalau Fimadani bersikap resisten dan menyerang balik.

Menurut saya Fimadani yang menang. Yah.. Sometimes by losing a battle you find a new way to win the war. (Katanya sih itu kata-kata Donald Trump)

 
3 Comments

Posted by on July 11, 2015 in Orat Oret

 

3 responses to “Salut Untuk Fimadani

  1. tyo nando

    July 14, 2015 at 1:04 pm

    kok malah mgebahas menang ato enggaknya???anehh yg jd pokok masalah penyebaran berita bohong …ktnya islam tp kok nyebar berita bohong …sama aja fitnah kan dan fimadani kru pasti lebih tahu hukum islam tentang fitnah
    jelas bohong lha wong jelas minta maaf

     
    • Zico Alviandri

      July 14, 2015 at 1:53 pm

      Kesalahan Fimadani tidak disengajanya, dan mereka sigap langsung minta maaf ketika ada kesalahan pemberian informasi. Beda kalau berita yang salah itu disengaja disebarkan.

      Kru Fimadani mengerti hukum Islam makanya mereka minta maaf ketika ada kekeliruan yang tidak disengajanya.

       
  2. Zico Alviandri

    July 14, 2015 at 3:09 pm

    Saya merasakan ada gerakan terstruktur untuk menyudutkan media-media Islam, memfitnah mereka suka menyebarkan fitnah. Padahal media besar lain juga sering melakukan kesalahan dalam pemberitaan, baik yang halus maupun terang-terangan, baik melakukan pelintiran berita ataupun memberitakan hoax.

    Kalau yang di petisi itu, media-media yang dituduh tukang fitnah adalah mereka yang suka mengkritik pemerintahan sekarang.

     

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: