RSS

Tipuan Lemah Kaum Liberal

05 Jun

Al-Qur'an terbuka

Suatu hari seorang bapak memberi wejangan kepada seorang anak laki-lakinya yang baru saja mendaftar di Sekolah Dasar. “Ingat mas, kamu itu harus rajin belajar supaya kamu pintar!!” Begitu pesan sang bapak. Kemudian si anak mematuhi perintah bapaknya. Selama beberapa tahun ia mendapat peringkat yang baik di kelas.

Hingga saat si anak memasuki usia remaja, dan ia mulai mengenal rasa suka terhadap wanita, ia mulai menterjemahkan lain petuah bapaknya. Sesuai dengan kondisi terkini, pikirnya, rajin belajar supaya pintar adalah belajar untuk menggoda dan merayu wanita agar wanita bisa terpikat dengan dirinya. Jadilah ia belajar menggoda dan memikat wanita dengan dalil perintah bapaknya.

Sah kah logika anak tersebut?

Kita tentu saja setuju, bahwa logika tersebut sangat ngawur dan ngaco. Perintah bapaknya punya konteks tersendiri, sedangkan si anak memalingkan konteks tersebut. Kalau mau benar, harusnya diperhatikan kondisi-kondisi yang muncul saat perintah itu keluar. Seperti penyebab perintah itu muncul, dan keterangan lain dari bapak dan ibunya soal perintah tersebut.

Sebenarnya kisah tersebut adalah metafora bagi kalangan liberal yang hendak menggugat Al-Qur’an dengan alasan zaman. Al-Qur’an menurut mereka adalah produk budaya yang berlakunya harus disesuaikan dengan usia dan kondisi zaman. Dengan basis pemikiran ini, kaum liberal mengadopsi metode hermeneutika. Menafsirkan Al-Qur’an sesuai konteks zaman dan budaya. Mencoba membuat Al-Qur’an menyerah oleh perkembangan zaman. Na’udzubillahi min dzalik.

Teori hermeneutika agak rumit dicerna oleh kalangan awam. Kalau kita ingin menerangkan tentang hermeneutika kepada masyarakat, mungkin kita akan kesulitan memilih kata-katanya. Tapi metafora seperti di atas rasanya cocok. Dan satu hal lagi, masyarakat biasanya akan melihat dari produk yang dihasilkan. Kenyataannya, metode hermeneutika ini menghasilkan tafsir yang sangat ngawur tentang jilbab: “Bahwa Jilbab adalah hasil budaya dan tidak wajib. Batasan aurat adalah bagian tubuh yang membuat kita malu apabila terlihat.” Begitulah hasil tafsir metode hermeneutika tentang jilbab dirangkum dari berbagai pendapat liberalis.

Amat tepat metode yang telah ada selama ini: Al-Qur’an ditafsir dengan ayat Al-Qur’an lain, dengan hadits, dengan perkataan sahabat, ulama, dan lughoh (bahasa). Metode ini mengantarkan penafsir pada kesimpulan yang tepat sesuai dengan keinginan Allah swt. Apabila produk tafsir dari metode tersebut dirasa tidak sesuai dengan zaman, maka tandanya zaman yang sudah tidak sesuai dengan keadaan ideal yang diharapkan oleh Al-Qur’an. Umat Islam harus buru-buru mengoreksi kehidupannya agar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Al-Qur’an.

Degradasi keimanan itu sesuatu yang pasti terjadi. Rasulullah pernah bersabda: :“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi sesudahnya, kemudian generasi sesudahnya lagi. Selanjutnya akan datang suatu kaum yang persaksiannya salah seorang di antara mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” (HR. Bukhari nomor 2509, 3451, dan 6065; Muslim nomor 1533) Lalu kalau metode tafsir Al-Qur’an kita paksakan sesuai dengan peradaban yang telah terdegradasi keimanannya, kesholehannya, maka tentu saja hasil tafsrinya akan terdegradasi ketepatannya. Sungguh tafsir ini yang membuat umat makin terpuruk dan celaka tak mampu bangkit.

Begitulah jebakan liberal yang sangat rapuh tapi membahayakan. Logika mereka sesungguhnya rapuh. Hanya saja dibungkus oleh retorika dan diksi yang memukau. “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangi­lah kawan-kawan setan itu, karena sesung­guhnya tipu daya setan itu lemah.” (Q.s. an-Nisa’: 76).

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: