RSS

Nasihat Keras dari Tangis Hakim Teguh untuk Politisi Muslim

01 Jun

Politisi PPP

Bergetar suara Ketua Majelis Hakim Teguh Satya Bhakti membacakan surat Ali Imron. Palu yang ada di hadapannya yang tergeletak di atas meja hijau menjadi saksi tertumpahnya air mata saat ayat yang menyerukan persatuan umat muslim dilantunkan dalam ruangan sidang itu.

“Umat Islam itu harus bersatu, bukan bercerai berai,” ujarnya dengan suara yang memenuhi ruang sidang PTUN. Kata-kata itu sejatinya begitu tajam menusuk hati para pengunjung dari kedua kubu yang bertikai, yaitu antara kubu Romahurmuziy (Romy)  dan Suryadharma Ali. Mereka tengah mendengarkan putusan pengadilan terkait pengesahan Kemenkumham terhadap kepengurusan PPP kubu Romahurmuziy.

Sungguh luar biasa kondisi emosional Hakim Teguh di hari itu, Rabu 25 Februari 2015. Melihat partai yang berlogo Kakbah, simbol persatuan umat Islam, didera pertikaian yang memperebutkan kekuasaan. Sementara Islam sendiri hadir dalam keindahan ukhuwah. Persaudaraan erat yang di atasnya terbangun perjuangan dakwah melawan kemunkaran.

Dalam surat Ali Imron yang dibacakan itu, pada ayat 103, Allah swt meminta hamba-Nya yang beriman agar tidak berpecah belah dan meresapi nikmat ikatan hati yang Allah swt hadirkan ke sanubari umat-Nya.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Hakim Teguh tentu menghayati benar firman Allah itu. Dan di hadapannya, tengah berjajar dua kubu yang sama-sama Islam, dinaungi dalam partai Islam, berlogo persatuan umat Islam, sama-sama paham dengan ayat yang menyerukan persatuan umat Islam, tetapi ironisnya mereka malah dalam keadaan berpecah belah. Dan Hakim Teguh harus mengeluarkan keputusan atas pertikaian itu, yang ia tahu apa pun keputusannya tak akan membuat kedua pihak serta merta puas dan berlapang dada.

Tangis Hakim Teguh sejatinya adalah nasihat bagi seluruh umat Islam, khususnya para politisi muslim yang terserak pada lebih dari satu partai politik dan saling bertikai satu sama lain. Bagaimana mungkin mereka bersikeras kembali ke “tepi jurang neraka”. Apakah mereka sengaja mengabaikan firman Allah swt dalam Ali Imron ayat 105.

“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.”

Persatuan hati, nikmat yang telah Allah turunkan kepada umat Islam, adalah pondasi bagi tegaknya sebuah kelompok di tengah umat manusia yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104).

Partai yang berazas Islam idealnya menjadi representasi atas kelompok ini. Mereka hadir di tengah negara untuk merebut kekuasaan dan menyerahkannya kepada orang-orang yang mendirikan sholat dan menegakkan kalimat Allah di tengah persada. Dan perebutan kekuasaan ini tidak akan terjadi tanpa kekuatan, dan kekuatan tak ada tanpa persatuan.

Tangis Hakim Teguh adalah amanah bagi para politisi muslim. Karena tangisnya adalah tangis umat Islam melihat para pemimpinnya berseteru. Getaran hatinya adalah getaran umat Islam yang menginginkan adanya persatuan. Getar suara Hakim Teguh yang meminta partai Islam bersatu adalah getar suara umat Islam nusantara yang menginginkan partai Islam dan politisi muslim tak terpecah.

Maka, mari kita sampaikan tetesan air mata Hakim Teguh kepada semua politisi muslim di Nusantara ini.

 

*Alhamdulillah dimuat di KabarUmat

 
Leave a comment

Posted by on June 1, 2015 in Artikel Umum

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: