RSS

Vonis (Puisi Untuk Mursi & Yusuf Qardhawi)

23 May

Mursi
Vonis itu mempertemukan kalian dengan ashabul ukhdud di sebuah reuni di mana nyali-nyali berdenting dengan pedang tiran. Hadir di sana ruh-ruh yang hidup untuk Tuhannya. Jasad mereka telah dimangsa tiran, tetapi ruh mereka dipeluk kasih sayang Tuhan.

Mereka punya cerita yang sama. Tentang pedang, tali, api, gergaji, panah, atau pun peluru yang melantangkan kalimat yang sama: “Demi Allah, Tuhannya ghulam ini.” Terucap sebelum perangkat kejahatan itu melumat jasad pemilik hati yang kokoh. Dan ending ceritanya sama:

Serempak mata semesta melihat pada kebenaran.

Gergaji dan Zakaria akan terus terduplikasi hingga akhir zaman. Salah satunya menitis pada kalian bersama vonis itu. Menandakan keberlanjutan satu seruan yang tak kan putus.

Itulah mengapa aku mengerti apa arti senyum kalian saat palu hakim digebrakkan ke meja hijau. Reuni itu telah kalian harap-harapkan dalam doa di sepertiga akhir malam. Begitu siapnya kalian membersamai ruh-ruh ashabul ukhdud, Sumayyah binti Khayyat, dan saudara-saudaranya.

Vonis itu tiketnya. “Demi Allah, Tuhannya si anak ini.”

*Alhamdulillah dimuat di dakwatuna

 
Leave a comment

Posted by on May 23, 2015 in Puisi dan Cerpen

 

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: