RSS

“Ngomong Apa Sih Yang? Aku Gak Ngerti”

21 Sep

Lebaran tiba, waktunya bagi sepasang suami istri muda mudik. Kebetulan tahun ini mudiknya ke kampung halaman si istri, di daerah Garut, Jawa Barat.

Keluarga menyambut hangat dan meriah. Kakak dan adik si istri juga berkumpul di rumah orang tua. Hingga hiruk pikuk hari raya yang khas terwujud di rumah yang agak besar di sebuah kampung yang asri itu.

Tapi kemeriahan hari raya tidak terasa di hati sang suami. Malah sang suami merasa kesepian di tengah keramaian. Kalau kata lagunya band Dewa, “di dalam keramaian aku masih merasa sepi, sendiri memikirkan kamu…” Tapi bukan orang lain kok yang menjadi penyebab kesepian sang suami. Lalu apa pasal?

Sang suami merasa tersisih karena kendala bahasa. Sang suami bukan orang sunda, tapi orang betawi asli. Walau daerah betawi dan sunda berdampingan, tapi sang suami benar-benar tidak mengerti bahasa sunda. Sementara di rumah itu keluarga istri bersenda gurau dengan bahasa ibunya. Sang suami hanya bungkam.

Fenomena ini mungkin saja ditemukan pembaca. Entah anda yang berposisi seperti istri, atau sebaliknya. Kekayaan bahasa daerah yang dimiliki nusantara ini menjadi penyebab ketidak-nyambungan komunikasi bila tidak di-manage dengan baik.

Jangan biarkan ia tersisih. Apa bedanya kondisi yang dialami oleh sang suami dengan salah satu di antara tiga orang, yang dua kawannya berbisik-bisik sementara ia tidak diajak berbicara? Rasulullah pernah melarang apabila ada tiga orang berkumpul, janganlah dua di antaranya berbisik-bisik sementara yang satunya tidak dilibatkan.

“Apabila kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbisik-bisik tanpa  mengikut sertakan yang lain, sampai mereka berkumpul dengan manusia yang lainnya, karena yang demikian itu akan menyusahkan orang yang tidak diajak berbisik”(HR. Bukhori dan Muslim).

Memang kejadiannya tidak sama dengan yang terjadi pada pasutri muda tadi, tetapi tujuan larangan itu agar tidak merenggangkan ukhuwah, timbulnya prasangka buruk di hati orang yang disisihkan, atau perasaan terkucil. Nah, hal seperti ini jangan sampai juga terjadi pada “besan” yang hanya bisa bengong di rumah keluarga besar karena tak dapat terlibat oleh sebab perbedaan bahasa. Kalau tidak diam saja, paling mentoknya main dengan gadgetnya asyik sendiri.

Memang tidak bisa melarang anggota keluarga besar untuk tidak berbicara dengan bahasa ibu. Tetapi si istri harus terus mendampingi sang suami, sesekali menjelaskan kepada suami topik apa yang sedang heboh  – dengan volume suara dan bahasa yang private tentunya, dan jangan biarkan pasangan kelamaan tersisih. Bisa juga minta anggota keluarga lain mengajak sang suami mengobrol dengan bahasa yang ia mengerti. Dan ajari terus pasangan anda bahasa daerah asal anda, selama ia mau belajar. Untuk pergaulan, menguasai bahasa daerah itu perlu lho.

Atau pembaca punya solusi lain? Intinya, jangan dianggurin pasangan anda.🙂 

 
 

One response to ““Ngomong Apa Sih Yang? Aku Gak Ngerti”

  1. winnymarch

    October 17, 2014 at 5:16 pm

    aku suka ilustrasinya

     

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: