RSS

Islam dan Nasionalisme

16 Jan

Apakah benar tidak ada titik temu antara nasionalisme dengan Islam?

Kita berbicara apa? Kalau nasionalisme dalam artian nasionalisme yang mengarah chauvinisme, nasionalisme gaya masyarakat Inggris, ‘right or wrong england is my country’, maka jelas Islam tidak mentolerir sikap seperti ini.

Tapi kalau yang dimaksud nasionalisme adalah sikap cinta pada tempat di mana kita berada, dan diikuti dengan semangat membangun, maka sikap itu mengadopsi semangat Islam yang mencintai kebaikan.

Hasan Al-Banna menguraikan nasionalisme seperti berikut:

Nasionalisme Dibangun atas dasar empat prinsip yaitu kerinduan, kehormatan, kebebasan, kerakyatan dan pembebasan.

Pertama, nasionalisme kerinduan, artinya, rasa cinta tanah air, keberpihakan padanya dan kerinduan yang terus menggebu terhadapnya yang merupakan fitrah yang sudah tertanam dalam diri manusia. Sebagaimana Bilal yang telah mengorbankan segalanya demi aqidahnya, adalah juga Bilal yang suatu ketika di negeri Hijrah menyenandungkan bait-bait puisi kerinduan yang tulus terhadap tanah asalnya, Mekah.

Kedua, nasionalisme kehormatan dan kebebasan. Maksudnya adalah keharusan berjuang membebaskan tanah air dari cengkeraman imperialisme, menanamkan makna kehormatan dan kebebasan dalam jiwa putera-puteri bangsa.

Ketiga, nasionalisme kemasyarakatan. Adalah, memperkuat ikatan kekeluargaan antara anggota masyarakat atau warga negara serta menunjukan kepada mereka cara-cara memanfaatkan ikatan itu untuk mencapai kepentingan bersama.

Keempat, nasionalisme pembebasan. Yaitu membebaskan negeri-negeri lain dan menguasai dunia, dimana inipun telah diwajibkan oleh Islam. Islam bahkan mengarahkan para pasukan pembebas untuk melakukan pembebasan paling berbekas.

Nasionalisme seperti ini yang akan membawa sebuah bangsa maju tanpa harus tersekat dengan batasan geografis, tidak eksklusif dengan pemahaman kelompok yang sempit, tidak menghilangkan rasa kepedulian mereka terhadap permasalahan bangsa lain.

Reblog dari blog lama yang sudah tidak aktif, 29 May 2006

 
6 Comments

Posted by on January 16, 2014 in Artikel Umum

 

6 responses to “Islam dan Nasionalisme

  1. kakaakin

    January 16, 2014 at 10:27 pm

    Semoga nggak salah kaprah lagi mengenai sikap nasionalisme🙂

     
  2. Evi

    January 16, 2014 at 11:06 pm

    Nasionalisme, rasa eenasib dan sepenanggungan sesama bangsa. Dengan nasionalisme kita lestarikan nilai2 bangsa

     
  3. Fifin

    January 17, 2014 at 7:24 am

    bararti tergantung bagaimana cara kita menyikapi tentang nasionalisme ya. Sepertinya mirip juga dengan demokrasi ya. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.

     
  4. Idah Ceris

    January 17, 2014 at 11:10 am

    Waah, tentang kerinduan ini saya baru pernah dengar. Makasih sudah share, Mba.
    BTW, itu maksudnya repost kalik, ya. CMIIW

     
  5. Idah Ceris

    January 17, 2014 at 11:10 am

    Eh, Mas ding. Hahahhaa.
    BW dari tempatnya mba lidya.🙂

     
  6. Istanamurah

    January 20, 2014 at 2:50 am

    Penting sekali apa itu yang dinamakan nasionalisme, karena denga nasionalisme kita juga akan terpupuk untuk mencintai bangsa kita,

     

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: