RSS

Belajar Dari Cara Elang Menghadapi Badai

19 May

Hewan yang paling sering dijadikan pelajaran dalam menghadapi ujian kehidupan adalah elang. Hewan ini punya sikap yang sangat elegan dalam melawan badai.

Elang punya kemampuan mengetahui kapan saatnya datang badai. Dan ketika ia tahu bahwa badai sebentar lagi datang, apakah ia menjauh? Tidak. Justru ia hadapi dengan cerdik.

Beberapa saat menjelang badai datang, elang akan terbang ke titik yang tinggi. Menunggu angin di sana. Hingga badai benar-benar datang, elang merentangkan sayapnya lebar-lebar. Saat itulah angin akan menerbangkannya lebih tinggi lagi. Lebih tinggi dari badai yang mengamuk di bawah. Dan dia terhindar dari badai dengan “mengangkanginya”.

Kecerdikan itulah yang menjadi pelajaran bagi manusia dalam menghadapi ujian. Sebuah ayat kauniyah yang Allah permudah untuk dipelajari bagi pembangun peradaban bumi.

Seorang muslim tentu tahu bahwa ujian Allah akan menghampirinya. Itu adalah konsekuensi beriman kepada Allah swt. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-Ankabuut : 2)

Lantas, apakah muslim akan menjauh dari ujian itu? Berarti, ia harus menjauh dari keimanan. Tapi tentu tidak, dengan istiqomahnya seorang muslim akan melakukan persiapan dalam menghadapi badai kehidupan.

Bila elang akan terbang ke titik yang tinggi sembari menunggu badai, maka seorang muslim akan mempertinggi kondisi ruhaninya dengan amalan-amalan wajib dan nafilah. Dengan kedekatan pada Tuhan-lah ia songsong badai.

Dan ketika badai itu datang, ia paham bahwa sebuah ujian hanyalah media untuk meningkatkan derajat dirinya di hadapan Allah swt. Oleh karena itu, bila elang melebarkan sayapnya dan membiarkan angin melambungkan badannya tinggi ke atas, seorang muslim akan membuka dirinya dan membiarkan ujian yang dihadapi melambungkan derajatnya.

Wahai muslim, kita harus berdiri di atas badai ujian hidup kita. Tidak boleh kita biarkan terjebak dalam pusaran angin kencang dan terguncang-guncang tanpa daya.

Bila ujian hidup itu adalah sebuah arus liar, jangan biarkan akal sehat kita hanyut diombang-ambing oleh gelombang besar. Biarkan ujian itu mengalir bersama takdir, sementara akal sehat kita ada di atasnya menganalisa apa yang terjadi. Kelak arus liar itu pun akan berlalu dengan sendirinya.

Bila akal sehat kita tidak hanyut, dari atas gelombang akal sehat kita bisa saja membelokkan arus. Dengan berada lebih tinggi, kita menemukan pemandangan yang lebih luas untuk menentukan kemana arus berbelok dengan mengubah jalur sungai.

Yang terpenting, dengan berada di atas arus liar ujian kehidupan, akal sehat kita bisa menganalisa dan memahami tipikal air bah yang suatu saat akan kembali datang. Kita bisa mengambil pelajaran darinya, dan melakukan koreksi atas perilaku kita.

 

14 responses to “Belajar Dari Cara Elang Menghadapi Badai

  1. kangyan

    May 19, 2013 at 7:29 am

    terima kasih pencerahanya….

     
  2. Asep

    May 19, 2013 at 10:07 am

    Subhanallah…..! Begitu ya elang? Rabbana ma khalaqta hadza bathilan…. Bisakah aku? PKS sih, bisa! Berkahnya jamaah meneratas jalan para nabi…

     
  3. duniaely

    May 20, 2013 at 11:44 am

    tiap bersepeda sore atau malam hari kami sering melihat elang elang di atas kami🙂

     
  4. arip

    May 20, 2013 at 1:59 pm

    Tambahan juga, kita juga harus mencontoh dari cara sudut pandang elang. Yg melihat persoalan dari atas, dari segala sisi. Melihat sesuatu secara detail.

     
    • raghib

      May 30, 2013 at 6:03 am

      Setuju mas arip. bukankah alloh menjadi alam ini untuk manusia agar kita bisa banyak belajar tentang kehidupan.

       
  5. mety ibrahim

    May 21, 2013 at 2:57 am

    subhanallah,,, terimakasih nasehat a🙂

     
  6. Kerajinan Jati

    May 29, 2013 at 7:29 am

    Inspirasi yang bagus,, jangan kalah dengan elang..

     
  7. servo

    June 26, 2013 at 4:50 am

    Tapi alangkah baiknya klo dicantumin sumbernya, thanks.

     
    • Zico Alviandri

      July 1, 2013 at 6:39 am

      Ini tulisan saya sendiri kok mas.

       
  8. Fikrullah

    August 17, 2014 at 1:56 pm

    MashaAllah, benar-benar artikel yang inspiratif, pilihan-pilihan kalimatnya benar-benar great.

    Jazakallah khairan katsiran sudah mengingatkan.

     

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: