RSS

Otomatisasi Itu Keren?

29 Jul

“Gw kerjanya mengotomatisasi kerjaan-kerjaan orang di sini.” Kata teman saya sambil membanggakan diri di sebuah obrolan ngalor ngidul penuh becanda antara 3 orang karyawan gaji pas-pasan yang sedang beradu sombong.

“Eits, jangan bangga dulu.” Ujar saya. “Gw pernah ngerjain projek sistem informasi di sebuah bank. Kata karyawan di situ, kalo programnya udah jadi, beberapa orang bakal diputus kontraknya. Jadi, mengotomatisasi kerjaan itu belum tentu membantu kerjaan orang. Membantu kerjaan perusahaan sih iya. Tapi membantu orang, nggak juga. Yang ada malah memutus mata pencaharian orang lain.” Lanjut saya.

Kemudian dialog itu berlanjut terus dengan hahahihi.

Satu poin yang ingin saya tulis di blog dari percakapan saya dengan dua teman itu. Yaitu teknologi yang seperti dua sisi uang logam. Ada sisi yang membawa kebaikan, tapi ada juga sisi yang membawa keburukan bagi manusia.

Keburukan dari teknologi untuk pekerja berawal saat revolusi industri di Inggris di akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 yang saat itu sedang booming penemuan mesin tekstil dan penemuan mesin lainnya. Mesin-mesin yang membuat ribuan tenaga kerja terputus mata pencahariannya. Karena mesin-mesin itu bisa mengambil alih pekerjaan beberapa orang sekaligus. Otomatisasi. Membahagiakan pemilik modal, namun menyengsarakan buruh.

Tapi pada akhirnya teknologi pun membuka lapangan pekerjaan baru. Misalnya dari pekerjaan kasar memotong dan menjahit pakaian, menjadi pekerjaan merancang dan mengoperasikan mesin dengan tuntutan pengetahuan dan ide-ide yang lebih. Namun jumlah lapangan kerja yang disediakan pun tidak bisa sebanyak tenaga kerja yang tergerus oleh otomatisasi.

Dan kelak pekerja yang merancang sistem otomatisasi pun akan semakin tergerus karena pekerjaannya bisa dibuat lebih otomatis lagi. Misalnya dalam membangun sebuah sistem aplikasi,  diperlukan tenaga programmer, designer untuk merancang tampilan, pembuat report, dll. Mungkin kelak ada sebuah tools yang memungkinkan pekerjaan men-develop program itu hanya dihandle oleh satu dua orang karena beberapa pekerjaan bisa diotomatisasi oleh tools itu. Senjata makan tuan bagi karyawan di bidang teknologi. Atau misalnya untuk membuat sebuah mesin diperlukan tenaga 10 orang. Kemudian zaman makin canggih sehingga untuk membuat mesin itu sudah ada perkakas baru yang bisa mengambil alih pekerjaan 5 orang. Sehingga untuk membuat satu mesin makin sedikit orang yang diperlukan.

Pada akhirnya kita tidak bisa mengutuk perkembangan teknologi. Karena itu sudah menjadi tuntutan zaman. Yang bisa kita lakukan adalah semakin memperkokoh posisi kita dengan pengayaan kapasitas. Ilustrasinya, untuk menghindari PHK, seorang penjahit harus memiliki kecakapan mengoperasikan mesin. Sehingga saat mesin tekstil datang, buruh itulah yang dipilih untuk menjalankan mesin. Dan dia tidak jadi di PHK.

Orang yang bekerja di dunia teknologi pun dituntut untuk selalu meng-update pengetahuannya. Karena tiap hari ada saja penemuan baru.

Atau, idealnya setiap orang harus punya jiwa wirausaha. Sehingga manusia zaman sekarang tidak menggantungkan hidupnya pada pabrik atau perusahaan.

Menyempurnakan semua ikhtiar itu, adalah sikap tawakkal dan percaya bawa Allah telah menjamin rezeki semua makhluk hidup.🙂 “Dan tiada satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya” (Surah Hud, ayat 6).

 
9 Comments

Posted by on July 29, 2012 in Orat Oret

 

9 responses to “Otomatisasi Itu Keren?

  1. elfarizi

    July 30, 2012 at 2:21 am

    Yaaa, memang modernisasi di bidang teknologi bikin dilema ya. Tapi sepakat kalo itu memang tuntutan zaman dan manusia harus berbijak dalam berteman dengan teknologi😀

     
  2. Danni Moring

    July 30, 2012 at 6:58 am

    wah sepertinya mas ini programmer ya😀, hehehe..ya satu sisi efek dari sistem seperti itu.😀

     
    • Zico Alviandri

      July 30, 2012 at 7:14 am

      Ya.. begitulah mas. Kuli keyboard😀

       
      • Danni Moring

        July 31, 2012 at 6:59 am

        wuihhh kerennnnn….pake pemrograman apa mas?

         
  3. uyayan

    July 31, 2012 at 9:48 am

    saya membacanya kita ini harus selalu bisa beradaptasi dg perkembangan jaman,,, untuk bisa beradaptasi perlu ilmu, ilmu perlu biaya dan biaya menuntut ilmu di negeri ini sangat mahal..

     
  4. coffee break

    August 1, 2012 at 10:26 am

    iya bener banget mas. Kadang ketika orang sudah bangga dengan pekerjaan berbau teknologi optimasi, malah pada saat yang sama dia bisa saja kehilangan pekerjaannya itu. Jadi teringat beberapa minggu yang lalu ketika terbuka hati saya untuk mulai memikirkan tentang wirausaha. Sebuah ikhtiar tak lekang zaman.

     
  5. Adinda RA. Myiesha

    August 2, 2012 at 6:23 am

    yaaa.. gitu dech..
    beberapa kejadian juga menimpa saudara mim ^^
    tapi ya apa daya, memang harusnya seperti itu😀

     
  6. Lidya

    August 4, 2012 at 2:35 am

    otomatisasai ada plus minusnya, sebaiknya ita harus terus mengasah skil dan ilmu ya agak tidak tergantikan mesin🙂

     
  7. Pena Kecil

    August 7, 2012 at 12:57 am

    perkembangan teknologi malah menjadi dilema. Intinya mungkin pada kreatifitas.

     

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: