RSS

Apa Kabar Biopori?

18 Jan

 

Sekitar dua-tiga tahun lalu, dekat-dekat pemilu tahun 2009, di lingkungan saya tinggal di RW 1 & 2 kelurahan Srengseng Sawah Jakarta Selatan gencar dikampanyekan pembuatan lubang resapan, atau biopori. Dan bukan cuma wacana, pembuatan lubang resapan itu benar-benar direalisasikan. Di tiap-tepi jalan hingga gang-gang kecil di lingkungan saya itu bisa ditemukan dengan mudah lubang-lubang berdiameter sekitar 10 cm berbaris.

Saya ingat, sebelum pembuatan biopori marak, air yang didapat dari mesin pompa di kontrakan saya itu warnanya agak kuning kecoklatan. Biasanya kalau habis hujan atau kalau lama tidak hujan, warna airnya seperti ini. Keruh. Khas sekali air Jakarta. Tapi sejak adanya lubang-lubang biopori, saya bisa menikmati air yang jernih walau pompa dihidupkan sehabis hujan. Juga kalau beberapa hari tidak hujan, air tetap jernih.

Tapi sayang, beberapa bulan kemudian biopori itu pada rata dengan tanah. Maksudnya, lubangnya sudah tertutup sehingga rata dengan tanah. Saat hujan, air mengalir menuju lubang biopori membawa material-material yang ada di atas permukaan, bisa berupa sampah atau butiran-butiran tanah. Akibatnya lubang biopori pun tertutup.

Kadang juga saya temui di dalam lubang biopori itu tumbuh tanaman. Memang, di negeri yang “tongkat kayu dan batu jadi tanaman” ini kesuburan tanahnya luar biasa. Ya akhirnya lama-lama lubang biopori itu dipenuhi rumput dan tanaman liar.

Setelah itu lubang biopori benar-benar tidak terawat. Dibiarkan begitu saja oleh warga. Tidak ada tindakan untuk menggali kembali lubang biopori itu. Dan akibatnya saya kembali jarang mendapatkan air yang jernih.

Itu salah satu manfaat langsung yang saya dapatkan dari biopori. Banyak manfaat lain yang bisa didapat dari biopori.

Jakarta dikabarkan mengalami penurunan permukaan tanah setiap tahun. Sejak 1974-2010, tanah Jakarta turun 4,1 M. Ini disebabkan penggunaan air tanah yang berlebihan. Bahkan kalau tidak segera dihentikan, maka Jakarta akan bener-benar tenggelang pada 2025. Itu menurut ahli yang tergabung dalam anggota konsorsium Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS).

Rasanya susah untuk memberhentikan penggunaan air tanah. Gedung-gedung perkantoran tentu menjadi penyedot air tanah paling besar. Saya membayangkan ada teknologi yang bisa menyediakan air jernih dari sungai atau pun laut Jakarta, sebagai pengganti penggunaan air tanah. Saya yakin bisa, tapi saya tidak tahu berapa dana yang diperlukan untuk investasi teknologi tersebut.

Penggunaan air tanah terus meningkat, sementara tanah serapan di Jakarta semakin berkurang. Itu lah makanya biopori bisa menjadi pengganti tanah serapan yang berkurang di Jakarta. Air yang tercurah dari hujan tidak langsung terbuang ke sungai, tapi “ditabung” menjadi air tanah. Saya yakin, kalau dirawat dan dimanfaatkan dengan serius, biopori ini bisa memperlambat penurunan permukaan tanah. Saya juga membayangkan kalau air berkubik-kubik yang dimanfaatkan di kantoran tidak langsung dibuang ke saluran air, tapi ditabung dulu ke dalam sebuah sumur serapan. Diusahakan air diserap dulu baru yang tak terserap dibuang ke penyaluran air.

Manfaat biopori lainnya adalah menghindari adanya genangan air. Di jalan di mana air sering tergenang kalau hujan, sangat strategis bila dibuat biopori.Selain itu, air yang diserap ke tanah dan tidak langsung dibuang ke sungai, tentu menjadi penahan banjir.

Ada banyak manfaat biopori. Sayang, warga kurang diberikan kesadaran. Dan ketua-ketua RT juga tidak serius mengkoordinasi warganya untuk memelihara biopori.

 
6 Comments

Posted by on January 18, 2012 in Orat Oret

 

6 responses to “Apa Kabar Biopori?

  1. lita uditomo (@litauditomo)

    January 20, 2012 at 12:10 am

    aduh, sayang banget yaa..:( mungkin sebaiknya dikasih tutup yang berlubang ya ?
    lubang biopori itu memang banyak banget manfaatnya ya, tapi memang harus disosialisaikan kepada warga karena harus dirawat dengan memasukkan sampah organik. Saya punya 3 LRB di halaman rumah saya yang cuma seuprit niatnya lebih untuk buang sampah sih bukan utk menabung air tanah. Tapi saya jadi pengen ngusulin ketua RW di sini utk bikin LRB di jalan. Tks postingnya ya..

    mampir perdana nih, salam kenal dari member deBlogger ^^

     
  2. Kamir R. Brata

    January 24, 2012 at 3:01 am

    Memang kunci keberhasilan dan keberlanjutan Lubang Resapan Biopori (LRB), adalah kegiatan keanekaragaman hayati di dalam tanah yg terus akan membantu kita membuat biopori ke segala arah di dlm tanah kita. Jadi LRB yg sdh kita buat hrs dimanfaatkan utk memasukkan sampah organik, memberi makanan utk kehidupan mereka. Sayang kalau sampah organik yg dihasilkan rumah tangga kita setiap hari dibuang ke tempat lain, lebih baik dimanfaatkan utk memberi makan mahluk Tuhan di dalam tanah kita sendiri. Mungkin istilah pemeliharaan yg berkonotasi tambahan kerjaan perlu dimaknai sbg pemanfaatan LRB utk pemrosesan sampah organik di kapling kita masing2.

     
  3. Rojak is Reza

    January 24, 2012 at 8:05 am

    biopori… jadi inget waktu smp disuruh bikin lobang biopori ampe ga belajar di kelas…

     
  4. Cak Bas

    January 30, 2012 at 5:43 am

    Buat biopori di rumah masing-masing, tapi jangan banyak-banyak bisa amblas nanti🙂

     
  5. Fifin

    February 4, 2012 at 2:09 pm

    Jadi ingat dulu air di kontrakan saya di daerah Bandung juga sedang kering. Andai saja ada sumur resapan mungkin akan sangat membantu mendapatkan air bersih. Alhasil banyak warga yang untuk mandi saja musti membeli air yang satu drumnya seharga 6 rb. Bayangin buat mandi sekeluarga 3 kali sehari dah habis berapa tuh.

    Mendambakan negeri ini dikelola dengan saluran air yang hebat. Di desa sih ndak masalah, tapi di kota menjadi musibah kalau tidak diperhatikan.

     
  6. Urang kampoeng

    February 10, 2012 at 2:03 pm

    yg penting jangan menyerah saja buat para pelopornya untuk terus mengkampanyekan biopori. Karena bukan hal mudah untuk membuat orang lain terketuk hatinya.

     

Komentar dooong...!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: